KLATEN ( Jawa Tengah),Kompaspemburukasus.com, Kunjungan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan dinas terkait ke Pasar Bayat, Klaten yang terbakar menyisakan pemandangan mengharukan. Seorang wanita paruh baya menangis di depan Bupati usai dagangannya senilai Rp 500 juta dan uangnya Rp 50 juta ludes.
Ibu berhijab itu muncul dari pintu depan pasar selang 10 menit rombongan Bupati Klaten masuk. Dengan dipapah putrinya, ibu itu awalnya menangis di kejauhan.
Matanya sembab, sesekali menatap tumpukan arang di salah satu los. Sesekali pula tangisnya terdengar lirih lalu mengusap kedua matanya dengan kertas tisu.
Di antara pedagang lain yang bergerombol, wanita itu nekat maju. Melintasi arang, pecahan kaca, besi yang leleh dan sisa air pemadam kebakaran, ia mendekati Bupati.
Ratapannya mulai terdengar lirih dan tangisnya semakin keras.
“Saya sudah tidak punya apa-apa pak, semua sudah habis pak, ini pak ” ucapnya di depan bupati sambil menunjukkan lapaknya yang menyisakan tumpukan arang, Selasa (28/7/2026) siang.
Ibu yang bernama Harini itu mengatakan semua barang dagangan sembakonya habis. Tidak hanya dagangan tapi uang Rp 50 juta di lemari lapak ikut hangus.
“Semua habis, ini toko sembako saya ukuran 9×3 meter. Uang juga ada sekitar Rp 50 juta,” kata Harini tersedu.
“Saya sudah nggak ada apa-apa lagi sekarang. Tolongin saya,” imbuhnya.
Lilis, anak perempuan Harini yang mendampingi mengatakan ibunya sangat sedih karena yang hangus tidak hanya uang. Tapi juga dagangan sembako.
“Dagangan sembako saja sudah sekitar Rp 500 juta. Uang Rp 50 juta itu mau buat bayar dagangan juga,” ungkap Lilis mencoba tabah.
Plt Lurah Pasar Bayat, Aris Muwardi, menjelaskan dari pendataan terakhir ada enam los ludes. Jumlah pedagang 101 pedagang yang terdampak.
“Lapaknya ya 101 itu, kemarin baru puluhan karena baru data awal. Ini masih kita minta data dan mengumpulkan KTP plus saya minta menaksir kerugian,” kata Aris.
“Ya kerugian sekitar Rp 3 miliar. Selain dagangan dan lapak juga ada yang naruh uang di pasar,” imbuhnya.
Penulis: Siti nurjanah

