TANJUNG REDEB berau kaltim kompaspemburukasus.com– Seiring terus meningkatnya jumlah titik panas dan kebakaran hutan serta lahan yang meluas di Kabupaten Berau, kabut serta asap tebal kini makin pekat menyelimuti berbagai kawasan pemukiman, jalan raya hingga pusat kegiatan warga pada Sabtu 22 Agustus 2026. Kondisi udara yang makin memburuk ini mendorong seruan luas agar seluruh masyarakat senantiasa melindungi diri dengan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Menanggapi dampak yang makin terasa dirasakan langsung warga, Kesultanan Gunung Tabur bersama Majelis Adat Gunung Tabur turun langsung mengambil langkah nyata berinisiatif membagikan masker secara cuma‑cuma kepada masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini berlangsung tepat di persimpangan lampu merah kawasan Kilometer 5, Tanjung Redeb—dan dipimpin langsung oleh Sultan Gunung Tabur sendiri, yaitu PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun.
“Saat ini kita semua merasakan bersama udara yang makin berasap dan tidak sehat untuk bernapas. Sebagai bagian dari masyarakat Berau, Kesultanan beserta Majelis Adat merasa terpanggil hadir di tengah‑tengah warga—bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan membantu hal yang paling dibutuhkan sekarang: perlindungan diri sederhana namun penting,” ujar Sultan saat membagikan masker kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas.
Beliau juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemadaman yang terus dilakukan petugas Damkar, instansi terkait, serta para relawan; sekaligus mengajak seluruh elemen—termasuk dunia usaha, perkebunan maupun pertambangan—bersatu padu mencegah kebakaran baru dan membantu menanggulangi musibah ini bersama‑sama. Kepada seluruh warga yang lewat juga disampaikan himbauan penting: tetap tenang namun tetap waspada, selalu pakai masker, kurangi aktivitas di luar ruangan, lindungi anak‑anak serta orang lanjut usia, dan sama sekali tidak membakar lahan maupun sampah yang dapat memperparah keadaan.
Kehadiran langsung Sultan beserta rombongan Majelis Adat disambut hangat warga. Banyak pengendara merasa sangat dihargai dan diperhatikan keberadaannya, sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi musibah kabut asap ini, seluruh pihak—mulai dari pemerintah, adat, tokoh masyarakat hingga kita semua—memiliki peran penting demi keselamatan dan kesehatan bersama di tanah Berau yang kita cintai. Semoga asap segera hilang dan udara bersih kembali kita nikmati bersama.
#kpk berau kaltim

