GOWA, SULAWESI SELATAN kompaspemburukasus.com — Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Gowa. Kondisi tersebut terpantau terjadi di wilayah Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Senin (10/8/2026), setelah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dalam beberapa hari terakhir.
Kelangkaan ini menjadi perhatian karena elpiji 3 kilogram merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Sejumlah warga mengaku harus mencari dari satu warung ke warung lainnya, namun belum memperoleh tabung gas yang dibutuhkan.
Salah seorang warga, Daeng Sijaya, mengaku telah dua hari berupaya mendapatkan elpiji 3 kilogram. Namun hingga kini, gas yang dicari belum juga diperoleh.
“Sudah dua hari saya mencari gas, tetapi belum mendapatkan. Kami berharap segera ada pasokan karena ini kebutuhan sehari-hari,” keluh Daeng Sijaya.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi membebani masyarakat apabila kelangkaan berlangsung lebih lama. Warga berharap distribusi elpiji bersubsidi dapat segera kembali normal dan pasokan tersedia secara merata hingga tingkat pengecer.
Berdasarkan pemantauan dan investigasi Tim INAKOR Gowa, kondisi kekosongan tabung elpiji 3 kilogram memang ditemukan di sejumlah titik yang menjadi lokasi pemantauan. Temuan tersebut menjadi indikasi adanya persoalan pada ketersediaan maupun distribusi yang perlu segera ditelusuri oleh pihak terkait.
Namun demikian, penyebab pasti kelangkaan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah, pihak Pertamina, agen, pangkalan, maupun instansi terkait perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi stok, distribusi, kuota penyaluran, serta kemungkinan adanya hambatan dalam rantai pasok.
INAKOR Gowa mendorong adanya langkah cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram bagi masyarakat. Pengawasan terhadap jalur distribusi juga dinilai penting agar gas bersubsidi benar-benar sampai kepada kelompok masyarakat yang berhak dan tidak terjadi penyimpangan dalam proses penyalurannya.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Sebab bagi masyarakat kecil, kelangkaan elpiji bukan sekadar persoalan sulitnya menemukan tabung gas, tetapi menyangkut kebutuhan dasar untuk memasak dan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Situasi di Desa Paraikatte dan wilayah lainnya di Kabupaten Gowa kini menunggu respons konkret dari pemerintah dan pihak distributor. Kepastian pasokan, keterjangkauan harga, serta transparansi distribusi menjadi hal yang dinantikan masyarakat di tengah keluhan kelangkaan elpiji 3 kilogram. (*)
Tim/Investigasi (INAKOR)

