PALEMBANG, Kompaspemburukasus.com
Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., selaku Dansatgas Operasi, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026.
Rakor tersebut digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026), dan diikuti unsur TNI-Polri, BPBD, BNPB, BMKG, pemerintah daerah serta sejumlah instansi terkait.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan penanggulangan Karhutla, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini hingga respons terhadap kejadian kebakaran. Selain itu, rapat juga membahas berbagai capaian, kendala di lapangan serta langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan menghadapi puncak musim kemarau.
Dalam rakor tersebut disampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 7.067 hotspot dengan luas Karhutla mencapai sekitar 664,97 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terlebih dengan adanya fenomena El Nino kategori kuat serta prediksi puncak musim kemarau yang berlangsung pada Agustus hingga September.
Untuk menghadapi potensi peningkatan Karhutla, sebanyak 11.567 personel gabungan telah disiapkan. Kesiapsiagaan tersebut juga diperkuat dengan dukungan sarana udara berupa helikopter patroli serta lima unit helikopter water bombing yang dapat dikerahkan untuk membantu pemadaman apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, jajaran Polda Sumatera Selatan telah menangani sembilan kasus Karhutla dengan sembilan orang tersangka. Penegakan hukum tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan secara sengaja.
Danrem 044/Gapo menegaskan bahwa pencegahan, deteksi dini dan kecepatan respons harus menjadi prioritas seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla.
“Jangan sampai lengah. Tingkatkan patroli, optimalkan deteksi dini, perkuat edukasi kepada masyarakat, dan pastikan seluruh sumber daya siap digerakkan apabila terjadi keadaan darurat,” tegas Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Ia menyampaikan bahwa Korem 044/Gapo bersama seluruh stakeholder akan terus memperkuat patroli terpadu, meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta memastikan kesiapan personel maupun peralatan penanggulangan Karhutla.
Selain penanganan di lapangan, koordinasi lintas instansi juga dinilai sangat penting untuk memastikan setiap potensi titik api dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Danrem turut mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini telah bekerja keras dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Menurutnya, rakor evaluasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda koordinasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas komunikasi antarinstansi, mengoptimalkan sistem deteksi dini serta menyamakan langkah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Dengan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan diharapkan dapat berjalan semakin cepat, terpadu dan efektif, khususnya dalam menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026. (Basith)

