Kompaspemburukasus.com, JENEPONTO — Pelayanan di SPBU Kalukuang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan lamanya waktu antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM), yang diduga dipengaruhi oleh aktivitas pengisian BBM ke jerigen secara berulang ketika kendaraan masih menunggu giliran.
Salah seorang warga berinisial LG mengaku harus menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan pelayanan. Padahal, menurut pengakuannya, jumlah kendaraan yang mengantre saat itu tidak terlalu banyak. LG mengaku mulai mengantre sekitar pukul 17.30 Wita dan baru mendapatkan giliran setelah waktu salat Isya. Senin (10/08/2026).
LG menduga lamanya antrean bukan semata-mata disebabkan banyaknya kendaraan, melainkan karena adanya pengisian BBM menggunakan jerigen yang dilakukan berulang kali dengan jumlah cukup banyak. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kendaraan yang sudah berada dalam antrean harus menunggu lebih lama.
“Kalau memang pengisian menggunakan jerigen diperbolehkan sesuai ketentuan, seharusnya pelayanan tetap dilakukan secara adil. Jangan sampai konsumen yang datang dengan kendaraan harus menunggu terlalu lama karena pelayanan kepada jerigen berlangsung berulang-ulang,” keluh LG.
Warga tersebut menilai pengelola SPBU perlu memperhatikan keseimbangan pelayanan antara konsumen kendaraan dan konsumen yang menggunakan jerigen. Menurutnya, mekanisme pelayanan secara bergantian dapat menjadi salah satu solusi agar tidak ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil.
LG mengaku dirinya sengaja mengisi BBM di SPBU Kalukuang sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. Namun, waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk perjalanan justru habis karena harus menunggu antrean dalam waktu yang cukup panjang.
Ia menilai kondisi pelayanan seperti itu berpotensi merugikan masyarakat, khususnya konsumen yang memiliki keperluan mendesak. Menurutnya, SPBU seharusnya menjadi tempat pelayanan publik yang mampu memberikan kepastian dan ketertiban antrean, bukan justru membuat konsumen kehilangan waktu berjam-jam.
LG berharap pengelola SPBU Kalukuang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pelayanan di lapangan. Ia juga meminta pihak yang berwenang melakukan pengawasan apabila terdapat dugaan ketidakseimbangan pelayanan, sehingga seluruh konsumen mendapatkan hak pelayanan secara tertib, transparan, dan adil sesuai ketentuan yang berlaku.
(Redaksi)

