WWW.KOMPASPEMBURUKASUS.COM
SUBANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemuda RW 02 Desa Cinangsi yang tergabung dalam komunitas Persatuan Beringas Rebon menggelar perlombaan dayung tradisional. Di ikuti oleh 9 RW Yang berlokasi di Situ Cinangsi Situraja Desa Cinangsi kecamatan Cibogo Kabupaten Subang. Sabtu 15 Agustus 2026.
Guna mengantisipasi risiko aktivitas perairan dan menjamin keselamatan warga,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang memberikan dukungan penuh melalui pengawalan protokol keselamatan ketat demi mewujudkan target zero accident (nol kecelakaan).
Ketua Panitia Pelaksana, Afif Saepulah, menjelaskan bahwa nama “Beringas Rebon” mencerminkan filosofi semangat kepemudaan setempat yang menggebu-gebu, kompak, dan bernilai positif untuk kemajuan desa. Melalui lomba dayung ini, panitia berkomitmen menghidupkan kembali kearifan lokal sekaligus mempererat kerukunan antarwarga.
Mengingat perlombaan berlokasi di area perairan, Afif menegaskan bahwa kehadiran tim profesional dari BPBD menjadi prioritas utama panitia sejak tahap perencanaan awal.
Sekretaris Badan (Sekban) BPBD Kabupaten Subang, Asep Sudrajat, menyatakan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kesadaran keselamatan yang ditunjukkan oleh Afif Saefulah beserta seluruh jajaran Pemuda RW 02 Desa Cinangsi.
Beliau menegaskan bahwa setiap kegiatan publik yang memanfaatkan area perairan wajib memiliki standar mitigasi yang matang.
Momentum perayaan kemerdekaan ini sekaligus dimanfaatkan oleh BPBD untuk mengampanyekan kesiapsiagaan bencana air (water rescue) berbasis masyarakat, sejalan dengan misi daerah dalam mewujudkan ketahanan ekologi yang inklusif.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BPBD Kabupaten Subang bersama Panitia Beringas Rebon menerapkan skema mitigasi kebencanaan menyeluruh yang dijabarkan ke dalam tiga tahapan utama:
1. Mitigasi Pra-Acara (Fasilitas dan Peralatan Keselamatan)
Wajib Pelampung: Seluruh peserta lomba tanpa terkecuali diwajibkan menggunakan life jacket (jaket pelampung) standar rescue selama berada di atas perahu.
Penyisiran Jalur: Petugas gabungan melakukan pembersihan rute lomba dari material berbahaya, seperti tunggul kayu tersembunyi atau batuan tajam yang berpotensi membalikkan perahu.
Penyediaan Armada Penyelamat: Menyiapkan unit perahu karet (rubber boat) bermesin milik BPBD di titik strategis untuk mobilisasi cepat.
2. Mitigasi Tanggap Darurat Saat Acara (Personel dan Medis)
Penempatan Lifeguard: Personel SAR dan relawan BPBD yang memiliki kualifikasi keselamatan air (water rescue) disiagakan penuh di sepanjang rute perlombaan.
Posko Medis Terpadu: Penyediaan tenda medis darurat di darat yang dilengkapi tabung oksigen portabel, tandu, serta ambulans siaga untuk evakuasi cepat ke faskes terdekat jika terjadi kondisi darurat seperti kram atau hipotermia.
Pantauan Cuaca Real-Time: Panitia memantau perkembangan cuaca lokal secara berkala. Perlombaan akan dihentikan sementara secara otomatis jika terjadi perubahan cuaca ekstrem seperti angin kencang atau hujan lebat.
3. Edukasi Kebencanaan Pasca-Acara
Simulasi Penyelamatan Mandiri: Di sela-sela
jalannya acara, tim BPBD Subang memberikan edukasi ringkas kepada pemuda dan penonton mengenai teknik dasar menolong korban tenggelam menggunakan media tali atau ban (rescue buoy) tanpa membahayakan diri sendiri.
Melalui sinergi erat ini, Pemuda RW 02 Desa Cinangsi di bawah kepemimpinan Afif Saepulah bersama BPBD Kabupaten Subang membuktikan bahwa perayaan hari kemerdekaan tidak hanya bisa berlangsung dengan meriah dan penuh keseruan, namun tetap dapat diselenggarakan secara aman, bertanggung jawab, dan mengedepankan aspek keselamatan jiwa warga.
Reporter. : Ujang Suryana

