TEBO ~ Kompas pemburu kasus ~ Senin 21 September 2026 berdasarkan laporan masyarakat media ini mencoba mendatangi sekolah di kecamatan Rimbo bujang Rimbo ulu Rimbo Ilir. Saat media ini mendatangi sekolah bersama rekan mencoba melihat menu makan bergizi yang di sajikan oleh pemilik yayasan Sugeng kepala yayasan.
Media ini mencoba wawancara pihak guru dan murid apa ini saja makanan yang diberikan oleh yayasan Kantor SPPG setempat kepada siswa-siswi, ia kata guru dan siswa-siswi menjawab, media ini mencoba memintak penjelasan pada siswa-siswi dan guru.
“,, pihak guru dan siswa-siswa menjelaskan pada tim media kompas pemburu kasus kalau susu daging sapi ada kami makan dibulan puasa, kalau sekarang tidak ada kami makan daging sapi dan susu. Menu nya itu aja kata siswa-siswi.
,,, program presiden Prabowo makan bergizi gratis empat sehat lima sempurna bukan soal banyak makanan nya yang diberikan oleh SPPG, yang dimaksud program presiden Prabowo makan bergizi ini empat sehat lima sempurna itu bertujuan bukan siswa-siswi dapat makan di sekolah dia berangkat sekolah dia sudah makan kata guru, tujuan presiden Prabowo makan bergizi ini, seperti daging sapi susu gizi nya besar, dibandingkan ikan nila lele ayam imbuh guru ini lah tujuan presiden Prabowo makan bergizi bukan soal menu nya yang banyak, gizi nya yang dibutuhkan siswa-siswi bukan enak dan banyak nya.

,,,pihak yayasan SPPG ingin mengambil untung besar daging sapi susu tidak ada. ada daging sapi dan susu itu di sediakan dibulan puasa kemaren, kalau sekarang tidak ada kami terima daging sapi dan susu imbuh guru.
Pihak media mencoba konfirmasi pihak kepala yayasan SPPG makan bergizi milik Sugeng ada 9 titik di wilayah kecamatan Rimbo bujang Rimbo ulu. saat dikonfirmasi oleh awak media Sugeng mengatakan. kami memberikan makan bergizi pada siswa-siswi daging sapi 2 Minggu satu kali kalau susu tidak boleh lagi susu kampel harus susu UMKM setempat kata Sugeng.
Tim media Kompas pemburu kasus berdasarkan informasi dari sekolah dan informasi dari pemilik yayasan Sugeng sangat lah berbeda diduga pemilik yayasan Sugeng sudah mengambil ke untung besar. diduga memperkaya diri sendiri, dari program ini, sudah jelas Mark’up Anggaran Dana SPPG setiap kantor diduga di potong oleh pemilik yayasan, hasil investigasi awak media tidak sama keterangan pihak sekolah dengan siswa-siswa dengan keterangan Sugeng.
,,, tim media Kompas pemburu kasus edi enjoy meminta pihak APH dan dinas kesehatan kabupaten Tebo meminta Pemda Tebo sidak segera cek lansung ke kantor SPPG milik Sugeng. Saat media ini konfirmasi soal minyak sayur apa saja yang digunakan? beras apa yang digunakan? oleh kantor SPPG, yang milik Sugeng, Sugeng lansung blokir Watshsaf awak media kenapa dan ada apa dengan makan bergizi yayasan milik Sugeng.(EE)

