Kompaspemburukasus.com, SIDOARJO — Tim Investigasi DPD LIRA Sidoarjo menyoroti pelaksanaan proyek Pekerjaan Rehab Berat SDN Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Sorotan tersebut disampaikan Joko dari Tim Investigasi DPD LIRA Sidoarjo setelah melakukan pemantauan langsung di lokasi bersama tim media nasional. Kamis (20/08/2026).
Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp613.864.671, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 105 hari. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Komando Nusantara, sedangkan konsultan pengawasnya adalah CV Persada Utama Konsultan.
Saat berada di lokasi, tim investigasi LIRA menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dari pihak terkait, khususnya menyangkut penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut.

Salah satu temuan yang disoroti adalah adanya pekerja yang disebut belum dilengkapi perlengkapan K3 secara memadai. Menurut Joko, aspek keselamatan kerja seharusnya menjadi bagian penting dalam setiap pekerjaan konstruksi, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah.
Selain persoalan K3, tim investigasi juga menyoroti keberadaan konsultan pengawas. Saat dilakukan pemantauan di lokasi, konsultan pengawas dari CV Persada Utama Konsultan disebut tidak terlihat berada di tempat untuk melakukan pengawasan terhadap proses pekerjaan.
Joko mempertanyakan efektivitas pengawasan apabila konsultan pengawas tidak berada di lokasi saat pekerjaan berlangsung. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar keselamatan yang telah ditetapkan.

“Temuan di lapangan ini perlu menjadi perhatian serius. Kami melihat aspek K3 dan keberadaan pengawas menjadi hal yang patut dipertanyakan. Jangan sampai pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah berjalan tanpa pengawasan maksimal,” ujar Joko saat ditemui di lokasi.
Tim Investigasi DPD LIRA Sidoarjo menyatakan akan terus memantau perkembangan pekerjaan tersebut dan mendorong adanya keterbukaan mengenai pelaksanaan proyek, termasuk kualitas pekerjaan, kepatuhan terhadap kontrak, serta penerapan standar keselamatan bagi para pekerja.
LIRA juga meminta pihak terkait, khususnya Dinas yang menangani proyek tersebut, memberikan klarifikasi dan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi di lapangan. Hal ini penting agar penggunaan anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan pekerjaan rehab sekolah benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan.(Red/Tim).

