GOWA, kompaspemburukasus.com — Program Agrosolution PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menunjukkan kolaborasi nyata antara perusahaan, pemerintah desa, penyuluh pertanian, aparat kewilayahan dan petani dalam mendorong produktivitas serta keberlanjutan sektor pertanian.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Panen Padi Program Agrosolution untuk Petani Indonesia di Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Gowa, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang mengacu pada Surat Undangan Nomor 11953/D/PJ/D45200/ET/2026 tersebut diikuti sejumlah unsur terkait, di antaranya Kepala Desa Paraikatte Zainal Abidin, S.E., penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala dusun, tokoh masyarakat dan para petani.
Panen ini bukan sekadar seremoni. Program Agrosolution diarahkan untuk memperkuat produktivitas melalui pendampingan, sarana produksi dan sinergi langsung dengan petani di lapangan.
Koordinator PPL Wilayah UPT Limbung, Muh. Yusuf, S.IP., mengatakan kondisi lahan pertanian di kawasan tersebut sebelumnya menghadapi tantangan, termasuk curah hujan dan genangan air.
«“Sebelumnya, di lokasi ini memang ada pekerjaan. Karena hujan dan kemungkinan masih ada penanaman oleh petani, kondisi di lokasi mengalami banjir,” ujar Muh. Yusuf.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peluang pengembangan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kondisi lahan, pengairan dan pengelolaan usaha tani.
Ia juga menegaskan pentingnya kepastian kerja sama antara pihak program dan petani agar pengembangan pertanian dapat berjalan berkelanjutan.
Bagi Kabupaten Gowa, khususnya Kecamatan Bajeng, penguatan produktivitas pertanian memiliki arti strategis karena sektor pangan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Program Agrosolution PKT memperlihatkan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak cukup hanya mengandalkan sarana produksi. Pendampingan penyuluh, pengelolaan lahan, ketersediaan air, teknologi, kondisi cuaca serta keterlibatan aktif petani menjadi faktor penting.
Dari hamparan sawah Desa Paraikatte, kolaborasi tersebut membawa pesan yang lebih luas: ketahanan pangan harus dibangun dari tingkat lapangan, dengan petani sebagai aktor utama.
Panen Agrosolution di Gowa pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan petani, dengan harapan produktivitas meningkat, usaha tani semakin berkelanjutan, dan kesejahteraan petani ikut terdorong.
“Kolaborasi Nyata untuk Pertanian Indonesia” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut—dari sawah di Gowa untuk pertanian Indonesia yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Narasumber:
Muh. Yusuf, S.IP.
Koordinator PPL Wilayah UPT Limbung
Mj@.19

