MAKASSAR, kompaspemburukasus.com – Keluhan terhadap layanan internet MyRepublic kembali mencuat setelah seorang pelanggan di Kota Makassar mengaku mengalami gangguan jaringan yang berlangsung hampir satu hari penuh tanpa kepastian waktu pemulihan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu berbagai aktivitas yang bergantung pada koneksi internet, mulai dari pekerjaan, komunikasi, hingga kebutuhan digital sehari-hari.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Gowa yang dipimpin Mj@.19 turun langsung melakukan klarifikasi kepada pelanggan guna memastikan fakta-fakta di lapangan terkait gangguan layanan yang dikeluhkan.
Pelanggan dengan Nomor ID 4772461, atas nama Muh. Jufri, diketahui menggunakan paket Neo100 Internet. Berdasarkan keterangannya, sejak sehari sebelumnya layanan internet tidak dapat digunakan sama sekali meski status layanan masih tercatat aktif.
Data yang dihimpun Tim INAKOR Gowa menunjukkan tagihan pelanggan sebesar Rp233.100 baru akan jatuh tempo pada 7 Agustus 2026. Atas dasar itu, pelanggan mempertanyakan penyebab terjadinya gangguan karena kewajiban pembayaran dinilai masih berada dalam masa aktif.
“Internet tidak bisa digunakan sama sekali, padahal masa pembayaran masih berlaku. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ungkap pelanggan kepada Tim INAKOR Gowa.
Akibat terputusnya layanan tersebut, pelanggan mengaku mengalami hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi secara daring, hingga mengakses berbagai layanan digital yang menjadi kebutuhan utama sehari-hari. Gangguan yang berlangsung cukup lama dinilai berpotensi menimbulkan kerugian apabila tidak segera ditangani.
Di sisi lain, MyRepublic melalui pemberitahuan kepada pelanggan mengonfirmasi adanya gangguan jaringan yang menyebabkan layanan internet mengalami kendala. Dalam informasi yang diterima pelanggan, gangguan disebut mulai terjadi sekitar pukul 05.56 WIB.
Perusahaan menyampaikan bahwa tim teknis tengah melakukan proses identifikasi serta perbaikan jaringan. Estimasi pemulihan layanan diperkirakan berlangsung sekitar delapan jam sejak gangguan terjadi, meskipun waktu tersebut dapat berubah sesuai kondisi teknis di lapangan.
Namun demikian, menurut Tim INAKOR Gowa, pelanggan mengaku kecewa karena gangguan serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Pengumuman mengenai gangguan jaringan dengan estimasi perbaikan yang cukup lama dinilai kerap berulang sehingga menimbulkan kejenuhan dan menurunkan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan.
Ketua Tim INAKOR Gowa, Mj@.19, berharap pihak MyRepublic dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas jaringan serta meningkatkan kecepatan penanganan ketika terjadi gangguan.
“Pelanggan membutuhkan kepastian informasi, penanganan yang cepat, serta transparansi mengenai penyebab gangguan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan,” ujarnya.
INAKOR Gowa juga mendorong agar perusahaan melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh, memulihkan layanan secepat mungkin, serta mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan konsumen apabila gangguan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Sementara itu, pelanggan berharap kejadian serupa tidak terus berulang karena internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, baik untuk bekerja, belajar, maupun menjalankan aktivitas usaha.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak MyRepublic belum memberikan keterangan resmi secara khusus terkait keluhan pelanggan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan memberikan kesempatan kepada pihak MyRepublic untuk menyampaikan klarifikasi, penjelasan secara terbuka.
Sumber: Tim INAKOR Gowa
Mj@.19

