WWW.KOMPASPEMBURUKASUS.COM
SUBANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang kini tengah menjadi sorotan publik.
Sorotan ini muncul pasca viralnya laporan terhadap Kepala Dinas PUPR ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ditambah dengan munculnya dugaan beberapa pekerjaan gagal konstruksi di bawah naungan dinas tersebut.
Kini publik menunggu langkah Bupati Subang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas PUPR demi menjaga marwah pemerintahan Kabupaten Subang.
Diberitakan sebelumnya, terdapat dua kegiatan di satu lokasi yang menjadi perhatian, yakni proyek perbaikan trotoar dan pengaspalan jalan (hotmix) di Jalan Emo Kurniaatmadja, Subang.
Dua kegiatan tersebut diduga mengalami gagal konstruksi dalam pelaksanaannya.
Perbaikan trotoar yang baru sebulan selesai dikerjakan, kini sudah retak dan plesterannya tampak mengelupas. Begitu pula dengan pekerjaan hotmix yang diragukan ketebalannya.
Kondisi tersebut diduga tidak terlepas dari kelalaian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lapangan, sehingga membuka celah terjadinya penyimpangan.
Sementara itu, kondisi Dinas PUPR Kabupaten Subang semakin disorot akibat adanya pelaporan dari Ormas Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) Kabupaten Subang ke KPK.
Ketua GPI Subang, Pidi, menjelaskan laporannya berkaitan dengan dugaan adanya ketidakwajaran dalam proses pelaksanaan dan penentuan pihak pelaksana pekerjaan perbaikan jalan di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Subang.
Reporter. UJANG SURYANA

