GOWA, kompaspemburukasus.com 9 AGUSTUS 2026 — Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) mulai dikeluhkan sejumlah warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di Desa Julu Pa’mai, Kecamatan Pallangga, serta Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng.
Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh elpiji bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk keperluan rumah tangga maupun aktivitas usaha kecil.
Salah seorang warga, Daeng Sijaya, mengatakan pasokan elpiji 3 kg disebut tidak masuk selama kurang lebih satu hari terakhir. Kondisi itu membuat warga harus mencari ke sejumlah tempat untuk mendapatkan tabung gas.
«“Sudah sehari ini tidak ada masuk dari pusat agen. Beberapa warga kewalahan dan kesulitan mendapatkan tabung gas,” ujar Daeng Sijaya, berdasarkan informasi yang diterima dari warga.»
Kelangkaan tersebut dikhawatirkan dapat semakin menyulitkan masyarakat apabila tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah maupun pihak terkait.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan terhadap rantai distribusi, mulai dari agen hingga pangkalan, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran elpiji 3 kg di tingkat masyarakat.
Selain itu, masyarakat meminta agar tidak terjadi penimbunan ataupun praktik distribusi yang dapat memperburuk kondisi pasokan di lapangan.
“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian khusus pemerintah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harap warga.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai penyebab terhentinya pasokan serta kondisi stok di tingkat agen dan pangkalan masih memerlukan konfirmasi dari pihak Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi teknis terkait.
Masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh elpiji 3 kg dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran resmi yang tersedia.
Pertamina menyediakan Pertamina Call Center 135 sebagai salah satu kanal pengaduan masyarakat terkait layanan dan distribusi energi.
Warga juga dapat menyampaikan laporan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa untuk ditindaklanjuti, termasuk apabila diperlukan melalui pengawasan distribusi maupun operasi pasar.
Selain itu, masyarakat dapat menghubungi layanan pemerintah terkait sektor energi melalui kanal resmi Kementerian ESDM/Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).
Kelangkaan elpiji 3 kg, meski baru dilaporkan terjadi dalam waktu singkat, perlu segera diverifikasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Pemerintah daerah bersama Pertamina dan jaringan distribusi diharapkan turun langsung memastikan ketersediaan stok, mengecek distribusi dari agen ke pangkalan, serta memastikan elpiji bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau melakukan penimbunan yang justru dapat memperparah kelangkaan. (*)
Tim/Investigasi

