www.kompaspemburukasus.com
SUBANG, – Ketua Forum Arus Bawah Kabupaten Subang, Andi L. Hakim, yang akrab disapa Kang Abdi Gondrong, melayangkan kritik tajam terkait mangkraknya rencana revitalisasi Tugu Stum. Proyek penataan ikon historis yang berlokasi di pusat Kota Subang tersebut dinilai jalan di tempat tanpa ada kejelasan realisasi hingga saat ini. (05/08/2026).
Padahal, rencana pembenahan tata kota ini sebelumnya telah dijanjikan akan didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB. Namun, komitmen tersebut dinilai menguap begitu saja tanpa ada tindak lanjut nyata di lapangan.
Berikut adalah poin-poin utama pernyataan resmi dari Ketua Forum Arus Bawah:
Poin Utama Sorotan
Komitmen CSR Mandek: Rencana alokasi dana CSR dari Bank BJB untuk Tugu Stum sudah digulirkan sejak 3 hingga 4 tahun lalu.
Minim Transparansi: Sampai hari ini tidak ada kabar perkembangan ataupun kejelasan mengenai kendala yang dihadapi pihak bank maupun pemerintah daerah.
Estetika Kota Terabaikan: Tugu Stum merupakan identitas dan ikon penting Subang yang seharusnya dirawat untuk mempercantik wajah tata kota.
Kesan Pembiaran: Kondisi tugu yang dibiarkan tanpa sentuhan renovasi membuat kawasan pusat kota terkesan kumuh dan tidak terurus.
Desakan Kepada Bank BJB dan Pemkab Subang
Kang Abdi Gondrong menegaskan bahwa masyarakat Subang tidak butuh sekadar wacana atau janji manis di atas kertas. Ia mendesak manajemen Bank BJB Cabang Subang untuk segera mencairkan dan merealisasikan anggaran CSR tersebut demi kepentingan publik.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Subang melalui dinas terkait untuk tidak pasif dan segera menjemput bola mengurus sinkronisasi administrasi proyek ini. Arus Bawah berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga alat berat dan pekerja mulai melakukan penataan di lokasi Tugu Stum.
Reporter. : Ujang Suryana

