Makassar, kompaspemburukasus.com – Kepala SMK Negeri 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat terkait video viral yang memperlihatkan dirinya menyentuh tubuh seorang siswa menggunakan kaki. Rekaman tersebut sebelumnya memicu beragam reaksi di media sosial setelah dinarasikan sebagai dugaan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Dalam keterangannya, Andi Nursidah menegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa. Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya membangunkan seorang siswa yang tertidur lelap dan tidak memberikan respons setelah dipanggil berulang kali.
“Saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya orang tua siswa dan masyarakat, atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang timbul akibat beredarnya video tersebut. Saya menyadari tindakan yang saya lakukan dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di mata publik, namun tidak pernah ada niat untuk melakukan kekerasan,” ujar Andi Nursidah.
Menurut penjelasannya, peristiwa itu terjadi saat dirinya melakukan pengecekan ke salah satu ruang kelas yang sementara tidak didampingi guru karena guru mata pelajaran sedang mengikuti kegiatan dinas di luar sekolah.
Di dalam kelas, ia menemukan seorang siswa tertidur setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum dirinya datang, teman-teman sekelas disebut telah berupaya membangunkan siswa tersebut, namun tidak berhasil.
Karena khawatir kondisi siswa berkaitan dengan faktor kesehatan, Andi mengaku berusaha membangunkan siswa dengan memanggil namanya sambil menyentuh tubuh siswa menggunakan ujung kaki secara perlahan hingga akhirnya siswa terbangun.
“Saya khawatir terjadi sesuatu terhadap kondisi kesehatannya karena tidak merespons sama sekali. Tidak ada maksud menyakiti ataupun melakukan kekerasan. Yang saya lakukan semata-mata karena kepedulian terhadap keselamatan siswa,” jelasnya.
Andi Nursidah juga menyayangkan beredarnya rekaman tersebut ke ruang publik. Ia menjelaskan video awalnya hanya dibagikan di grup internal sekolah sebagai bahan evaluasi bagi para guru mengenai pentingnya pengawasan terhadap peserta didik ketika guru kelas berhalangan hadir.
Ia menegaskan tidak pernah mengunggah ataupun menyebarluaskan video tersebut ke media sosial.
“Video itu hanya untuk kepentingan evaluasi internal sekolah. Sangat kami sesalkan rekaman tersebut kemudian beredar luas tanpa penjelasan yang utuh sehingga memunculkan berbagai persepsi di masyarakat,” katanya.
Pihak SMKN 6 Makassar menyatakan akan bersikap kooperatif apabila Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun pihak berwenang melakukan pemeriksaan atau meminta klarifikasi lebih lanjut.
Andi berharap masyarakat dapat menunggu hasil penelusuran secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan.
“Kami menghormati seluruh proses yang berjalan dan berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara utuh, bukan hanya berdasarkan potongan video yang beredar,” tutupnya.
Narasumber:
Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMK Negeri 6 Makassar.
Mj. @19

