KompasPemburuKasus.com
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
No Result
View All Result
KompasPemburuKasus.com
No Result
View All Result
  • BOX REDAKSI
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kode Etik Jurnalistik
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sample Page
Home Nasional

Panen Agrosolution Di Gowa, Kolaborasi PKT (Pupuk Kalimantan Timur) dan Petani Perkuat Produktivitas Pertanian

Direktur Utama by Direktur Utama
Agustus 8, 2026
in Nasional
0
Panen Agrosolution Di Gowa, Kolaborasi PKT (Pupuk Kalimantan Timur) dan Petani Perkuat Produktivitas Pertanian

GOWA, kompaspemburukasus.com — Hamparan sawah di Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi saksi hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

Melalui Program Agrosolution untuk Petani Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersama pemerintah desa, penyuluh pertanian, aparat kewilayahan dan petani menggelar panen padi, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Undangan Nomor 11953/D/PJ/D45200/ET/2026 dan dihadiri Kepala Desa Paraikatte Zainal Abidin, S.E., Koordinator PPL Wilayah UPT Limbung Muh. Yusuf, S.IP., Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala dusun, tokoh masyarakat serta para petani.

Panen ini tidak sekadar menjadi seremoni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana pendampingan, sarana produksi, pengelolaan lahan dan keterlibatan aktif petani dapat dipadukan untuk memperkuat produktivitas pertanian di tingkat desa.

Koordinator PPL Wilayah UPT Limbung, Muh. Yusuf, S.IP., mengatakan pengembangan pertanian di kawasan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan di lapangan, termasuk kondisi cuaca, curah hujan dan genangan air.

“Sebelumnya, di lokasi ini memang ada pekerjaan. Karena hujan dan kemungkinan masih ada penanaman oleh petani, kondisi di lokasi mengalami banjir,” ujar Muh. Yusuf.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengelolaan lahan yang harus diperhatikan dalam menentukan pola tanam dan keberlanjutan produksi.

Ia menyebut kawasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan dengan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun. Namun, realisasi pola tersebut tetap membutuhkan dukungan kondisi lahan, sistem pengairan, cuaca serta pengelolaan usaha tani yang tepat.

Karena itu, menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik antara pendamping, pihak terkait dan petani sebagai pelaku utama kegiatan pertanian.

Apresiasi terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Kepala Dusun Sileo II, Muh. Dahlan Dg. Ngalli.

Dalam sambutannya, ia menilai keberhasilan panen tidak terlepas dari proses sosialisasi dan pendampingan yang telah dilakukan sebelum kegiatan panen berlangsung.

“Alhamdulillah, melalui proses yang telah kita lalui bersama, mulai dari sosialisasi, pendampingan hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan, akhirnya kita dapat melihat hasilnya pada hari ini,” kata Muh. Dahlan.

Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur menjadi kekuatan penting dalam mendukung petani, mulai dari pemerintah desa, penyuluh pertanian, pendamping, aparat kewilayahan hingga kelompok tani.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti setelah panen, melainkan berlanjut dalam bentuk pendampingan dan penguatan kapasitas petani.

“Kami berharap kerja sama dan kolaborasi ini dapat terus dilanjutkan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya.

Muh. Dahlan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian di wilayah Desa Paraikatte.

Baginya, kehadiran dan pendampingan berbagai pihak memberikan motivasi kepada petani untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan pola pertanian yang lebih baik.

“Semoga apa yang telah kita lakukan bersama mendapatkan keberkahan dan memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Program Agrosolution di Gowa memperlihatkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak semata-mata bergantung pada sarana produksi.

Ada sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari pendampingan penyuluh, pengelolaan lahan, ketersediaan air, teknologi, kondisi cuaca hingga kemampuan dan keterlibatan petani dalam mengelola usaha taninya.

Dari hamparan sawah Desa Paraikatte, pesan yang muncul menjadi lebih luas: ketahanan pangan tidak hanya dibangun di tingkat kebijakan, tetapi juga dari lahan pertanian dan tangan para petani.

Di tengah tantangan sektor pangan yang terus berkembang, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Panen Agrosolution di Gowa pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi tersebut. Harapannya, peningkatan produktivitas tidak berhenti pada satu musim panen, tetapi berkembang menjadi usaha pertanian yang semakin efektif, berkelanjutan dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bagi Desa Paraikatte, hasil panen ini bukan sekadar angka produksi. Ia menjadi representasi dari sebuah proses: sosialisasi, pendampingan, kerja bersama dan ketekunan petani di tengah berbagai tantangan lapangan.

Semangat “Kolaborasi Nyata untuk Pertanian Indonesia” yang diusung dalam kegiatan tersebut akhirnya menemukan maknanya di hamparan sawah Gowa.

Dari desa, dari tangan petani, dan dari kerja bersama, upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia terus dibangun.

Narasumber:
Muh. Yusuf, S.IP.
Koordinator PPL Wilayah UPT Limbung.

Mj@.19

Previous Post

DPP, DPD, DPC hingga PAC Bersatu, Forum Cakar Sriwijaya Siap Sukseskan Maulid Arbain

Next Post

Mediasi Sengketa Lahan Pandegiling 145 Surabaya Berakhir Deadlock, Polrestabes Imbau Kedua Pihak Jaga Kamtibmas

Direktur Utama

Direktur Utama

Next Post
Mediasi Sengketa Lahan Pandegiling 145 Surabaya Berakhir Deadlock, Polrestabes Imbau Kedua Pihak Jaga Kamtibmas

Mediasi Sengketa Lahan Pandegiling 145 Surabaya Berakhir Deadlock, Polrestabes Imbau Kedua Pihak Jaga Kamtibmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Advertorial
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • Video
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

  • Login
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Share with

Twitter/XPinterestRedditMastodonThreadsEmailPrintFlipboardFlipboardHacker NewsLineWeChatSnapchatMixMixPocketGoogle MessagesSMSTumblrTumblrXingXINGVKVKontakteBufferBufferYummlyNextdoorGrocyGabFacebookWhatsAppLinkedInTelegramMessengerBluesky